Tsunami Hazard Assessment (THA)

sumber: USGS

sumber 2: USGS

Potensi bahaya tsunami di suatu tempat disebabkan oleh:

  • Adanya sumber gempa yang mekanisme bidang sesarnya menyebabkan tsunami (Tsunamigenic)
  • Bentuk/kedalaman dasar laut (Bathymetry)
  • Bentuk dan ketinggian permukaan pantai (Topography)

Ukuran dampak kejadian tsunami dihitung berdasarkan:

  • Jarak landasan rendaman tsunami di daratan (inundation)
  • Tinggi maksimum tsunami di daratan (Run up)
  • Waktu tempuh gelombang tsunami dari sumbernya hingga ke pantai (Travel time)

Karakteristik tsunami di suatu tempat disebabkan oleh:

  • Karakteristik sumber gempa yang menentukan bentuk dari gelombang Tsunami yang terjadi
  • Bentuk/kedalaman dasar laut (bathymetry) yang mengubah bentuk gelombang tsunami yang merambat ke daratan.
  • Bentuk/ketinggian permukaan pantai (topography) yang dilalui gelombang tsunami.
  • Struktur bangunan dan benda lain yang dilalui gelombang tsunami.
  • Variasi dari bathymetry, topography, struktur dan benda lain yang menyebabkan gelombang beruntun.

Meninjau dari karakteristik, potensi bahaya dan ukuran dampak dari Tsunami diperlukan Assessment bahaya Tsunami (tsunami hazard Assessment/THA) dengan masukan berupa:

  • Peta model landasan rendaman tsunami (inundation) di tiap daerah yang berpotensi tsunami, dengan teknologi pemodelan numerik.
  • Pemodelan tsunami dengan pemetaan spasial yaitu peta statis dan animasi.
  • Parameter gelombang tsunami yaitu travel time, Run Up, dan inundation.
  • Database yang lengkap tentang parameter landasan genangan tsunami
  • Peta Probabilitas bahaya tsunami

Informasi dalam FEMA 646 pembuatan Current Tsunami Modelling dan inundation Mapping telah dikembangkan oleh NOAA dan NTHMP.

  • NOAA Tsunami Program: mengembangkan model prediksi/ramalan dan pemetaan tsunami.
  • NTHMP (National tsunami Hazard Mitigation program): Mengembangkan pemodelan dan pemetaan tsunami dari NOAA dalam hal Emergency Management Program (program manajemen penyelamatan).

NOAA Tsunami Program

  • Mengembangkan model inundasi yang spesifik pada 75 lokasi.
  • Tahap pertama: menentukan referensi lokasi (model) dengan menggunakan jaringan ber-resolusi terbaik, diikuti dengan pengujian akurasi data.
  • Mengembangkan SIM (Standby inundation Model) untuk melakukan prediksi kecepatan dan ketinggian inundasi.

NTHMP (National tsunami Hazard Mitigation program)

  • Menggunakan skenario terburuk yang dapat dipercaya
  • Output berupa maksimum kedalaman dan kecepatan inundation
  • Data Output digunakan sebagai sumber masukan (input) dalam menentukan skenario terburuk untuk suatu bagian wilayah tertentu.

Salah satu contoh peta Inundasi tsunami Jepang (sumber : http://www.gitews.org)

Fungsi dari Peta Inundasi (Inundation Map)

Sebagai bahan pertimbangan yanga sangat penting untuk menentukan:

  • Effective disaster Planning
  • Evacuation Map
  • Education and Training materials
  • Tsunami mitigation plan

Dalam mengenali karakteristik bahaya tsunami dapat menggunakan metode:

  • Probabilistic Assessment : dengan masukan seluruh data tsunami yang mungkin terjadi di suatu wilayah.
  • Deterministic Assessment: dengan masukan data tsunami terbesar yang mungkin terjadi di suatu wilayah dan diprediksi akan menimbulkan kerusakan terbesar.

Sehingga tahap-tahap yang diperlukan untuk mengetahui ancaman tsunami di suatu daerah adalah:

  • Identifikasi potensi sumber gempa yang menyebabkan tsunami
  • Membuat database sejarah kejadian tsunami dan ketinggian tsunami.
  • Melakukan assessment probabilistik maupun deterministik.
  • Skenario kejadian terburuk di suatu wilayah berdasarkan: mekanisme sumber tsunami dengan magnitudo gempa yang maksimum dan melakukan simulasi model landasan tsunami untuk skenario tersebut, sehingga dapat untuk menentukan parameter Run Up, inundation, travel time, yang digunakan untuk mendesain bangunan tahan gempa dan tsunami.
  • Skenario terburuk sangat efektif digunakan untuk perencanaan peta bencana dan peta evakuasi, serta mitigasi tsunami.

Skenario Tsunami Bantul (sumber:www.gitews.org)

Sumber:

  1. FEMA 646
  2. USGS
  3. http://www.gitews.org/tsunami-kit/id/id_tsunami_hazard_map_jawa.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s