Tsunami Hazard Assessment (THA)

sumber: USGS

sumber 2: USGS

Potensi bahaya tsunami di suatu tempat disebabkan oleh:

  • Adanya sumber gempa yang mekanisme bidang sesarnya menyebabkan tsunami (Tsunamigenic)
  • Bentuk/kedalaman dasar laut (Bathymetry)
  • Bentuk dan ketinggian permukaan pantai (Topography)

Ukuran dampak kejadian tsunami dihitung berdasarkan:

  • Jarak landasan rendaman tsunami di daratan (inundation)
  • Tinggi maksimum tsunami di daratan (Run up)
  • Waktu tempuh gelombang tsunami dari sumbernya hingga ke pantai (Travel time)

Continue reading

Mengenal karakter Tsunami

Belajar dari Tsunami di Jepang yang terjadi pada tanggal 11 April 2011, dan tsunami yang tak kalah hebatnya yaitu tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu maka banyak yang dapat dipelajari dari jejak-jejak yang ditinggalkan oleh terjangan tsunami yang menghantam wilayah Honshu Jepang dan pantai Barat Sumatera. Gelombang tsunami tak hanya melewati dan menenggelamkan apa saja yang ada di daratan namun juga mempunyai efek merusak yang luar biasa pada pohon, bangunan dan infrastruktur yang ada di daratan dan menghanyutkannya hingga tak tersisa.

Tsunami mempunyai panjang gelombang 100-200 km yang berbentuk ellips dengan amplitudo sekitar 5 meter, dan periode berkisar antara 10-60 menit. Kecepatan jalar gelombang tsunami berkaitan erat dengan kedalaman air laut yang dilaluinya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami berbanding terbalik dengan kedalaman laut. Bila kedalaman laut berkurang setengahnya, maka kecepatan berkurang tiga perempatnya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami justru akan bertambah jika mendekati pantai, karena adanya perubahan kedalaman laut yang dilalui tsunami. Di laut lepas tsunami memiliki kecepatan merambat yang sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 200 m/s atau 700 km/jam.

Continue reading

Hitungan sederhana menentukan waktu tempuh gelombang Tsunami

Grafik hubungan antara kedalaman laut (D) dengan waktu tempuh gelombang tsunami mencapai tepi pantai.

Grafik di atas menunjukkan waktu (dalam menit) yang diperlukan oleh gelombang tsunami menjalar dari episenter hingga ke tepi pantai(daratan) pada jarak 76.4 km, 99.2 km, dan 122 km untuk berbagai nilai kedalaman air laut (D). Tampak pada grafik bahwa semakin dekat jarak episenter ke tepi pantai atau semakin dalam air laut maka waktu tempuh gelombang tsunami mencapai tepi pantai semakin singkat/kecil.

Continue reading