Tsunami Hazard Assessment (THA)

sumber: USGS

sumber 2: USGS

Potensi bahaya tsunami di suatu tempat disebabkan oleh:

  • Adanya sumber gempa yang mekanisme bidang sesarnya menyebabkan tsunami (Tsunamigenic)
  • Bentuk/kedalaman dasar laut (Bathymetry)
  • Bentuk dan ketinggian permukaan pantai (Topography)

Ukuran dampak kejadian tsunami dihitung berdasarkan:

  • Jarak landasan rendaman tsunami di daratan (inundation)
  • Tinggi maksimum tsunami di daratan (Run up)
  • Waktu tempuh gelombang tsunami dari sumbernya hingga ke pantai (Travel time)

Continue reading

Tanda, karakteristik dan strategi efektif pengurangan risiko Tsunami

Tsunami adalah peristiwa yang jarang terjadi namun sebenarnya didahului oleh tanda-tanda terlebih dahulu. Tanda-tanda akan datangnya tsunami adalah:

  1. Tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi tektonik maka kejadiannya selalu didahului oleh gempa besar yang terjadi di dasar laut dengan kekuatan >7 SR pada kedalaman yang dangkal <60 km. lihat gambar.
  2. Mekanisme patahan gempa pada lempeng di dasar laut adalah jenis patahan naik/turun (normal/reverse fault)
  3. Sesaat setelah gempa terjadi, air surut terlebih dahulu menuju laut hingga mencapai panjang tertentu.
  4. Tsunami juga dapat terjadi karena peristiwa letusan gunung api di bawah laut, longsor di bawah laut, dan/atau akibat dari hamtaman meteor di tengah laut.

Air surut setelah terjadi gempa besar, masyarakat tidak segera menjauh dari pantai justru mencari ikan-ikan yg terdampar.

Karakter secara umum dari gelombang tsunami itu sendiri adalah:

  1. Tsunami mengandung berbagai komponen gelombang karena gelombang tsunami mengalami proses shoaling, refraksi, difraksi dan refleksi, yang pengertiannya saya tuliskan di postingan sebelumnya pada judul mengenal karakter tsunami.
  2. Kecepatan jalar gelombang tsunami berkaitan erat dengan kedalaman air laut yang dilaluinya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami berbanding terbalik dengan kedalaman laut.
  3. Bila kedalaman laut berkurang setengahnya, maka kecepatan penjalaran gelombang berkurang tiga perempatnya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami justru akan bertambah jika mendekati pantai, karena adanya perubahan kedalaman laut yang dilalui tsunami. Di laut lepas tsunami memiliki kecepatan merambat yang sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 200 m/s atau 700 km/jam. lihat gambar.
  4. Berkaitan dengan panjang gelombang tsunami yang sangat panjang, Tsunami mempunyai energi yang sangat besar hal ini dikarenakan secara teoritis disebutkan bahwa kehilangan energi pada perambatan gelombang berbanding terbalik dengan panjang gelombangnya. Sehingga dalam penjalarannya tsunami hanya kehilangan sedikit energi.

Continue reading

Mengenal karakter Tsunami

Belajar dari Tsunami di Jepang yang terjadi pada tanggal 11 April 2011, dan tsunami yang tak kalah hebatnya yaitu tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu maka banyak yang dapat dipelajari dari jejak-jejak yang ditinggalkan oleh terjangan tsunami yang menghantam wilayah Honshu Jepang dan pantai Barat Sumatera. Gelombang tsunami tak hanya melewati dan menenggelamkan apa saja yang ada di daratan namun juga mempunyai efek merusak yang luar biasa pada pohon, bangunan dan infrastruktur yang ada di daratan dan menghanyutkannya hingga tak tersisa.

Tsunami mempunyai panjang gelombang 100-200 km yang berbentuk ellips dengan amplitudo sekitar 5 meter, dan periode berkisar antara 10-60 menit. Kecepatan jalar gelombang tsunami berkaitan erat dengan kedalaman air laut yang dilaluinya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami berbanding terbalik dengan kedalaman laut. Bila kedalaman laut berkurang setengahnya, maka kecepatan berkurang tiga perempatnya. Sedangkan tinggi gelombang tsunami justru akan bertambah jika mendekati pantai, karena adanya perubahan kedalaman laut yang dilalui tsunami. Di laut lepas tsunami memiliki kecepatan merambat yang sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 200 m/s atau 700 km/jam.

Continue reading

Tsunami Travel Time ( T T T ) Paul Wessel

Salah satu software sederhana yang dapat menghitung prediksi penjalaran gelombang tsunami adalah dengan menggunakan software Tsunami Travel Time yang dikembangkan oleh Paul Wessel GeoWare. Situs yang dapat memberikan informasi mengenai software ini adalah di sini nih: http://www.ngdc.noaa.gov/hazard/tsu_travel_time_software.shtml

Kali ini aku mencoba menghitung travel time tsunami gempa Sumatera tanggal 24 Desember 2004 yang lalu dengan menggunakan software ttt versi 1.12. Untuk data gempa ini adalah salah satu contoh dari data yang sudah dihitung sepeti dalam petunjuk teknis di ttt package yang aku dapatkan. cara menggunakan software ini sebenarnya sangat sedernana dan sangat mudah sekali apabila kita mengerti semua perintah-perintahnya. Jadi sebelum menggunakan software ini terlebih dahulu pelajari petunjuk teknisnya yang bisa diunduh disini: http://ioc3.unesco.org/itic/files/TTT_mar08_brief.pdf

Data masukan yang diperlukan adalah data koordinat (longitude dan latitude) episenter gempa bumi yang menimbulkan tsunami. Dan di sini aku mencontohkan 9 koordinat titik-titik episenter yang berada di jalur patahan gempa.  Data koordinat tersebut disimpan dalam format *.txt, jadi membuatnya bisa di notepad. Seperti ini nih:

Continue reading